
telingaku terjaga.
siaga menangkap beraneka suara.
meniti setiap inchi tanpa...
tanpa gerak, tanpa kata.
lihatlah,
jariku tak lagi tuli,
kini ia bertelinga.
mendengar alunan nada indah, namun sederhana.
lihatlah,
jariku tak lagi buta,
kini ia bermata.
melihat tepukan rakyat Dusun Praja.
lihatlah,
jariku yg semakin lincah,
meliuk-liuk dengan badanku yang lainnya.
menggeliat indah dengan tatapan bangga.
nyi ronggeng, nyi ronggeng seru mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar